By Anonimus

1. Anies Baswedan bukan orang tolol, dia PhD lulusan dari Northern Illinois University.

2. Dia tau betul kalau dia juga non-pri Arab yang pada dasarnya juga bukan ethnik yang disukai.

3. Dia bukan politikus tetapi tehnokrat yang ambisius. Dalam bidang politik dia dikader oleh PKS dan Gerindra. Pidato yang menyinggung soal Pribumi harus jadi tuan rumah sebetulnya pidato politik yang memukul dirinya sendiri – Mengapa dia lakukan?

4. Pidato politik Anies pasti di-konsep oleh dalang politik PKS dan Gerindra yang mau tidak mau harus dia ikuti. Lain dengan Ahok yang menolak berlaku sebagai boneka partai. Anies adalah cecunguk yang tunduk pada perintah boss politiknya di PKS dan Gerindra. Itu sifat Anies.

5. Pidato Anies bukanlah pidato rencana kerja Gubernur DKI, tetapi pidato politik PKS – Gerindra untuk memulai kampanye Pemilu Presiden – DPR Nasional April 2019 yang tinggal satu setengah tahun lagi.

6. PKS dan Gerindra (Gerindra didepan dengan Capres dan PKS dibelakang dengan konsep politik Islam Muslim Brotherhood atau EM) kemungkinan WAPRES PKS atau mungkin bukan.

7. Panitia pemenangan pemilu sudah dibentuk dan strategi sudah disusun, pidato Anies adalah Preambule dari strategi kampanye PKS-Gerindra. Stretegi ini mengulang strategi Pemilu 2014, dimana diedarkan issue bahwa Jokowi adalah Cina dan komunis boneka RRC. Issue ini diedarkan tanpa henti sejak 2014 hingga sekarang. Coba di Google – Jokowi Cina Komunis, maka banyak situs internet keluar dengan tanggal yg muthakir 2017. Anies bersedia diserang sebagai non-pri yang rasis demi kemenangan Gerindra PKS di 2019 mengalahkan Jokowi.

8. Strategi kampanye juga akan mengulang strategi Pilkada DKI yang memakai cara polarisasi masa Islam dan Kafir dan Cina – Non Cina. Walaupun Arab termasuk Non-Pri, tetapi semua tahu bahwa yang dimaksud non-Pri adalah Cina kafir. Strategi kampanye methode polarisasi Agama dan Ras sudah terbukti memenangkan Anies – Sandi dan memenjarakan Ahok dan menghilangkan kesempatan dia untuk kembali kedunia politik. (Kalau mengharapkan Ahok jadi pejabat atau bahkan Wapres itu adalah mimpi disiang bolong)

9. Strategi polarisasi ini akan didukung melalui demo berjilid jilid dengan kelompok Islam yang lebih canggih dan bukan ala preman FPI. Kelompok menjadi lebih bersih karena Rizik Shihab sudah disingkirkan.
Kelompok ini akan didukung oleh sempalan ABRI – ABRI hijau, keluarga Soeharto, SBY, dan Gatot.

10. Kelompok Jokowi terkecoh dan masih sibuk ngomongin Ahok yg ada didalam penjara.