Dalam kaitan dg pergantian Panglima TNI, Presiden adalah Panglima Tertinggi pengambil keputusan negara dan pemerintahan sesuai amanat UUD. Jadi, tidak ada keharusan memberitahu bawahannya untuk mengambil keputusan tersebut.

Tentara itu, kalau tongkat komando nya sudah diambil, langsung tumpul pengaruh strukturalnya. Jajaran dibawahnya akan patuh pada Pimpinan yang baru. Jadi tidak perlu risau.

Indonesia sudah sering melalui masa-masa dinamis pergantian Panglima ABRI/TNI. Semua berjalan dengan aman. Bagaimana hebat dan “seram”nya alm pak Benny Moerdani dulu? Begitu dicopot pak Harto, bagai harimau kehilangan taring.

Juga, bagaimana kuatnya pengaruh dukungan politik pak Wiranto di awal era Reformasi, Tentara tetap patuh saat diganti oleh Gus Dur kepada Laksamana Widodo AS, perwira angkatan Laut Pertama yang menjadi Panglima TNI.

Juga, betapa legendarisnya jenderal Ryamizard saat menjadi KSAD yang surat pencalonannya menjadi Panglima TNI ke DPR ditarik oleh Presiden SBY, TNI tetap patuh dan solid. Jadi, yang terjadi hari ini dengan pemberhentian dan pengangkatan Panglima TNI yang baru, Marskal Hadi oleh Presiden Jokowi, adalah Hal yang lumrah saja.

Yang harus diterima oleh semua pihak dengan lapang dada.

(Prof.Yuddy Chrisnandi/Penulis buku Reformasi Internal ABRI/LP3ES)