JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo memaparkan berbagai pencapaian pemerintahannya dalam perayaan hari ulang tahun ke-44 PDI-P di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Jokowi yang mengenakan batik berwarna merah memulai dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan, Indonesia patut bangga karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada level 5,02 persen.

“Dibanding Malaysia, Jepang, Brasil, Meksiko, kita jauh lebih baik,” kata Jokowi.

(baca: Megawati: Hati-hatilah Membuat Keputusan Politik)

Tantangan kedepan, lanjut Jokowi, adalah bagaimana terus menekan ketimpangan dan kesenjangan antara kaya dan miskin, hingga antarwilayah.

Jokowi mengklaim gini ratio Indonesia yang masih berada pada angka 0,37 persen juga masih cukup baik dan patut disyukuri.
“Kalau kita bandingkan dengan negara lain, misal Tiongkok, Filipina, Thailand, angka kita lebih baik,” ucap Jokowi.

(baca: Megawati: Waspadai Peramal Masa Depan yang Anti-Bhinneka Tunggal Ika)

Jokowi lalu memaparkan upaya pemerintah yang terus membangun Indonesia dari pinggiran, desa terpencil dan pulau terluar. Misalnya, pos perbatasan antara Indonesia dan negara tetangga terus dibangun.

“Bukan kemewahan tapi ini adalah etalase kita yang menjadi martabat kita, dan sebulan lalu sudah kita resmikan,” kata Jokowi sambil menunjukkan sejumlah pos perbatasan yang baru ia resmikan.

Jokowi juga kembali menyinggung keberhasilan pemerintah yang membuat harga bahan bakar minyak di daerah terpencil di Papua sama dengan di pulau Jawa.

Sebelumnya selama bertahun-tahun, sejumlah daerah di Papua harus membeli BBM dengan harga Rp 70.000 sampai Rp 100.000. Namun, kini harga BBM di seluruh daerah di Papua hanya Rp 6.450 atau sama dengan harga di Pulau Jawa.

“Ini bukan masalah harga ini masalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Jokowi disambut tepuk tangan ribuan kader yang hadir.

http://nasional.kompas.com/read/2017/01/10/14522731/di.hut.pdi-p.jokowi.membanggakan.berbagai.capaian.pemerintah