Presiden Joko Widodo mengapresiasi implementasi program Padat Karya Tunai yang telah menunjukkan perkembangan yang begitu cepat. Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Negara usai meninjau pembangunan saluran irigasi tersier di Desa Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 16 Januari 2018.

“Ini seminggu saja belum tapi progresnya cepat sekali,” ungkap Presiden kepada para jurnalis usai peninjauan.

Pembangunan saluran irigasi tersier tersebut merupakan salah satu wujud pelaksanaan program Padat Karya Tunai yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta melibatkan masyarakat setempat.

“Ini ada 190 orang tapi dibayarnya beda, setiap seminggu sekali” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyatakan bahwa program Padat Karya Tunai ini akan menambah lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Hal tersebut juga diakui langsung oleh salah seorang pekerja yang bernama Ade Syarif.

“Sebelumnya tani aja gitu. Makanya ini ada kegiatan seperti ini merasa bahagia gitu. Alhamdulillah. Di samping kegunaannya untuk kita, kita juga kerja dapat upah gitu,” ujar pria berusia 45 tahun tersebut.

Ade menambahkan bahwa ia dan para pekerja lainnya memulai pembangunan saluran irigasi tersier tersebut sejak Sabtu (13/1) lalu dengan upah berkisar Rp60 ribu hingga Rp90 ribu perhari.

“Proyeknya kalau diperkirakan dua bulan lah insyallah ini rampung,” ucap Ade.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut adalah Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, (Gumilar).