JAKARTA – Seknas Jokowi menuding adanya dugaan praktik kongkalikong dalam proses seleksi calon Direktorat Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang kini sedang digelar.

“Konon kabarnya ada campur tangan dari pihak swasta yang merasa berjasa dalam pemenangan Jokowi-JK menjadi presiden. Ini tidak boleh dibiarkan! Kita tidak mau kasus pegawai rendahan Dirjen Pajak seperti Gayus (Gayus Halomoan Tambunan) dengan mudah menjarah bermiliar-miliar uang negara,” kata Pengurus Harian Seknas Jokowi, Osmar Tanjung, dalam rilis yang diterima Rimanews di Jakarta, Rabu (31/12).

Ketua Umum Seknas Jokowi, Muhammad Yamin, menilai posisi Dirjen Pajak dalam Pemerintahan Jokowi-JK sangatlah penting mengingat target peningkatan PDB hingga 20 persen per tahun. Untuk itu, lanjut dia, asas keadilan dalam menghasilkan orang yang kompeten, orang yang bersih, punya integritas harus diutamakan dalam seleksi calon Dirjen Pajak.

“Kelihatan proses seleksi masih jauh dari azas fairness karena kelihatan banyak kepentingan dibelakang proses pemilihan ini. Kami meragukan fairness dan transparansi proses pemilihan Dirjen Pajak sebagaimana disinyalir banyak media,” tandas Yamin.

Untuk diketahui dari 11 nama hasil seleksi calon Dirjen Pajak yang telah melewati proses seleksi administrasi dari 24 orang pelamar, 7 di antaranya akan masuk tahap wawancara akhir. Ketujuh kandidat itu akan menjalani seleksi terakhir yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnadi.

http://ekonomi.rimanews.info/keuangan/read/20141231/189610/Seknas-Jokowi-Waspadai-Kongkalikong-Seleksi-Dirjen-Pajak